Ratih sedang merawat tanaman di
halaman rumah juragannya. Sebenarnya dia masih jet lag.. Jet lag bukan ya?
Intinya sih Ratih bingung, kok dapet
juragan yang baik banget sekaligus aneh banget di sini. Baik, karena Ratih ga
dikunci di kamar mandi atau dibuat kelaparan. Aneh, karena....masa dia harus memandikan anak laki-laki juragannya?! Anaknya kan sudah besar?! Masa dimandiin?! Ngomong-ngomong kemarin Miss Terry bilang ga sih umurnya berapa? Seumuran SD apa SMP ya? Haduuuh....Ratih ga ingat. Jangan-jangan SMA! Oh No!!! E.... tapi mengingat segala pesan Miss Terry, sepertinya anak juragannya itu masih SMP dan sedang mengalami gangguan kejiwaan. Hmm....kalo anak SMP kayaknya ga apa-apa deh. Lagi sakit pula. Anggap saja Ratih jadi babysitter. Sembari memotong rumput dengan mesin, Ratih sibuk berfikir sendiri.
Kata Miss Tery, nama ponakannya I-hyun. Pengucapannya harus dipisah per suku kata, I- hyun. Aneh banget. Kalo diplesetkan jadi, “ih....yun...ih...yun...ih....yunniii........yuni dong?” Ratih
ngikik sendiri. Masa ya ntar dia ngeledekin anak majikannya. Kalo Nyonyah tahu anaknya yang lagi sakit diledekin, ntar marah. Kalo sampe Nyonyah marah bisa gawat, Ratih bisa dideportasi! Gaji aja belom dapet, masa dah harus bayar tiket
pesawat sendiri? Ratih kan sudah bertekat akan mengangap I-hyun seperti adiknya
sendiri. Pasti dia anak SMP yang tampan, karena bibi dan ibunya begitu sayang
tiap kali menceritakan tentang I-hyun. Segaligus kasihan sih....
Ketika Ratih sibuk menyiram
tanaman di taman, ada mobil masuk ke
halaman rumah majikannya. Mobil itu bukan mobil Tuan atau Nyonyah. Mungkin
mobil Miss Tery, pikir Ratih. Miss Tery bilang dia akan tinggal beberapa lama
di Korea, sekalian mempersiapkan kepindahan Ihyun bulan depan. Ratih pun tak
tahu menahu urusan kepindahan itu. Berhubung statusnya di sini hanya pembantu,
ya sudah, Ratih tidak berusaha ikut campur atau mencari tahu. Tapi kalo ada tamu kan Ratih musti tahu. Jadi Ratih menyipitkan matanya agar fokus melihat siapa si tamu yang datang itu.
Masih sambil menyiram, akhirnya
Ratih sadar, “Waduh! Gimana kalo tamunya orang Korea?! Gimana kalo tamunya
tanya, Tuan atau Nyonyah ada di mana? Gimana caranya Ratih menjelaskan? Dia ga
bisa bahasa Korea. Cuma bisa Anyonghaseso. Silyehamnida. Gumawoyo,” batin
Ratih. Ratih berfikir mungkin lebih baik dia langsung lari masuk mencari Nyonyah saja.
Ketika Ratih hendak bergegas mencari Nyonyah, ternyata tamunya sudah masuk ke halaman, berdiri tiga meter di depan Ratih. Lha
kok?!
“Astauhgfirullah!” serunya
kaget. Ratih mungkin mimpi, tapi tak mungkin, dia sedang kerja. Ratih bisa saja
salah lihat, nah ini baru logis, dia kesulitan membedakan wajah orang
Korea. Tapi, Ratih ga mungkin kan
melihat Lee Hyun si penyanyi terkenal itu berdiri di taman majikannya.
“ Nugu ya?!” kata orang
mirip Lee Hyun itu. Menatap Ratih menyelidik dari balik kaca mata hitamnya. Sayangnya yang diselidiki malah bengong sambil megang selang air yang mengalir kemana-mana.
Ratih yang membatu karena terlalu kaget, mendadak sadar ada bahaya mendekat. Orang yang mirip Lee Hyun itu berjalan mendekatinya. Mereka sekarang berhadapan. Orang itu ngomong entah apa bahasa Korea. Ratih kan ga ngerti. Ratih masik syok, jantungnya berdegup kencang melihat orang yang mirip Lee Hyun itu. Jelas otaknya ga bisa mikir. Eh, malah diajak
ngomong bahasa Korea.
Tanpa pikir panjang lagi, Ratih
langsung membuang selang air yang dipegangnya dan berlari masuk rumah mencari
Nyonyah.
“Ya!” teriak orang itu.
Selangnya jatuh tak beraturan dan airnya mengenai sepatunya. Lebih tepatnya air dari selang masuk ke sepatu si Orang yang mirip Lee Hyun. "Haish jinca!"
“Nyonyah.... Nyonyah...” Ratih
lari sampai nafasnya habis. Begitu bertemu Nyonyah dia langsung panik. “
Nyonyah, ada tamu di luar. Orang Korea, Nyah. Mirip banget dengan Lee Hyun yang
penyanyi itu. Dia ngomong Korea, saya ga ngerti, Nyah. Saya langsung nyari
Nyonyah. Saya ga ngerti dia ngomong apa.”
Ny. Haryo bingung mendapati Ratih
yang panik.
“Omma, I sarami nugu imnika?”
adaRatih langsung menengok memastikan pemilik suara laki-laki barusan. Tak lain tak bukan adalah orang yang mirip Lee Hyun tadi.
Ratih langsung berteriak kaget.
Dia langsung bersembunyi di balik tubuh Ny. Haryo. “ Itu orangnya,
Nyonyah...Itu...kok dia masuk sendiri?” kata Ratih sambil gemetaran.
“Hahaha.....tenang Ratih, tenang.
Itu anak ku, I-Hyun.”
“Heeee?!” Ratih tambah histeris.
Si orang yang mirip Lee Hyun itu
melotot pada Ratih, “Pabo!”
Belakangan Ratih baru ngeh, bahwa nama 'Lee' dalam bahasa Korea dibaca 'I'. Sehingga nama 'Lee Hyun' diucapkan 'I Hyun'. Jadi, idolanya yang penyanyi terkenal itu, tak lain tak bukan adalah I-hyun, anak majikan barunya. Dan I-hyun yang satu ini ga ada mirip- miripnya dengan anak SMP.
Belakangan Ratih baru ngeh, bahwa nama 'Lee' dalam bahasa Korea dibaca 'I'. Sehingga nama 'Lee Hyun' diucapkan 'I Hyun'. Jadi, idolanya yang penyanyi terkenal itu, tak lain tak bukan adalah I-hyun, anak majikan barunya. Dan I-hyun yang satu ini ga ada mirip- miripnya dengan anak SMP.
Baca dulu Prolog Juragan & Asistennya
Baca dulu Juragan & Asistennya ep.1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar