Translate

Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Januari 2013

Solusinya, Ya Bisnis


Saya pengangguran banyak acara. Kebanyakan nyari-nyari pekerjaan dan belum juga ketemu. Padahal usia saya terus bertambah. Terakhir, tiap melihat lowongan selalu ada syarat, usia maksimal 25 tahun. Nah, tentu saya tidak bisa mendaftar kan ya... 

Mau ikut CPNS? Wah, uang yang harus dibayarkan sudah sebanding dengan modal usaha. Memang jadi PNS itu menjanjikan penghasilan tetap. Sayangnya jenjang kariernya lambat. 

Belajar dari pengalaman Kakak yang membuka wirausaha, saya akhirnya memilih untuk terjun di dunia wirausaha. Kebetulan keterampilan tangan saya dan kegemaran saya berpotensi jadi uang. Sayangnya, kepentok modal dan tenaga kerja.

Sudah dihitung-hitung modalnya, biaya tenaga kerjanya, peralatannya, dan lain-lain, kok jebul mahal banget ya? Kemana saya harus mencari modal? Langsung deh muter pikiran agar tetap bisa bertahan dari kebutuhan sehari-hari.

Ada beberapa bisnis direct selling yang berkembang di Indonesia. Ada produk pakaian, aksesoris, make up, hingga peralatan rumah tangga. Saya bandingkan satu persatu tawaran bisnis mandiri ini. Ternyata, setelah dihitung pengeluaran tiap bulannya, bisnis bersama Oriflame adalah bisnis paling murah dan mudah dijalankan.

It's mine ^^
Langsung deh saya daftar member, kebetulan ada promo dan modal awal saya masuk Oriflame hanya Rp 10.000,- (Harga normal Rp 39.900,-). Kebetulan banget ada Welcome Program yang sangat menarik untuk saya. Saya mendapat hadiah eye cream, parfum, lipstik, body cream, jam tangan, dan dua tas. Saya beruntung sekali saat itu, sebab pada saat saya bergabung dengan Oriflame, tepat dengan peringatan ulang tahun Oriflame yang ke 45. Ga nyangka saya, karena jika di total, hadiah yang saya peroleh itu senilai lebih dari Rp. 2.000.000,- Memang bonus yang saya terima itu berupa barang. Berkat hadiah-hadiah itulah, saya akhirnya merasakan memiliki tas seharga tujuh ratus sibu! Saya merasakan memiliki jam tangan senilai empat ratus ribu! Dan saya merasakan menggunakan parfum seharga empat ratus ribu. Semua uang yang saya keluarkan sebagai modal, pun saya miliki dalam bentuk produk-produk Oriflame. Jadi, saya bisa jual produknya sekaligus menikmati hadiahnya.

Wah, keterlaluan ini Oriflame kalo ngasih hadiah! Ga tanggung-tanggung.

Lantas ada yang nyeletuk, “Dengan modal yang kamu keluarkan itu, kamu bisa beli tas dan jam tangan yang jadi hadiah mu.”

Persis! Persis banget dengan pikiran saya dulu. Ngapain ngejar poin, toh dengan uang yang kita pakai untuk tutup poin itu, kita bisa mendapatkan barang yang jadi hadiah. Namun...........saya baru sadar setelah saya bergabung, kalo cuma beli barang yang senilai dengan hadiahnya, ya saya cuma dapat barang itu, tapi ga dapat produk Oriflame yang dapat saya jual lagi. 

Maka, saya mulai percaya, bahwa bisnis Oriflame ini memang menguntungkan. Poin terpentingnya adalah, ini bukan bisnis tipu-tipu.

Selasa, 22 Januari 2013

Darimana Cerita Berasal? Dari Sini Nih!

Suka baca cerpen, cerbung, novel? Bagus, berarti kamu suka membaca. Membaca materi yang menambah pengetahuan umum, wawasan sosial, dan hiburan itu, paket lengkap untuk menjelajahi dunia ini dari sebuah karya tulisan.

Nah, kadang kita akan memuji, "Wah, tulisan ini lucu.", "Wow, ceritanya seru beud.", "Wah, bikin penasaran nih cerbung."

Tahu ga darimana datangnya bacaan kalian itu?

Sst...ini rahasia ya, cerita itu datangnya dari angkasa. Mereka melayang-layang tanpa arah. Begitu ada seorang penulis memutar otaknya, maka, cerita ini tersedot ke pikiran si penulis. BA! Muncullah cerita tersebut menjadi karya tulis.

He he he....itu visualisasi berlebihannya ya.

Kalo aku, cerita muncul dari kejadian sehari-hari. Semua itu disimpan, kemudian diolah. Ditambahi bumbu-bumbu konflik, dicampur dengan penokohan yang kuat, dan ditempatkan pada alur yang benar, jadilah cerita.

Cerita udah jadi pun belum cukup. Cerita harus dilahirkan melalui tulisan. Nah, jangan heran deh kalo penulis tu ujung-ujung jarinya kapalan, karena keseringan mencet keyboard :D



Penulis memerlukan tempat menulis yang menyenangkan. Nah, kalo aku paling seneng nulis fiksi di lingkungan kampus. Entah mengapa ya. di lingkungan yang harusnya akademis banget, pikiran malah memberontak peingin nulis yang lain. Hasilnya, cerita fiksi mengalir deras di pikiran ku. Pernah kejadian, aku duduk di samping ruang dekanat, dan dalam waktu satu jam, aku sudah berhasil menelurkan 30 judul tulisan baru.

Hari ini, aku ke perpustakaan. Aku duduk di koridor yang diapit jendela kaca super besar.

di sebelah kiri pemandangannya seperti ini...
Mirip di cafe terbuka kan....
Kalian ga balak nyangka itu halaman tengah perpustakaan.




di sebelah kanan, ada tempat duduk panjang berjejer.
Di belakangnya kaca semua. Dari sana terlihat siapa saja tuh yang mau masuk perpustakaan.






Peralatan pokok yang membantu melahirkan cerita adalah.....sahabat ku saat ini...LEPITO......Bisa baca ga tuh yang tertulis di sana apaan?


Hahahaha....itu adalah lanjutan cerita  Pandawa vs Kalina. So, jangan khawatir ceritanya mandeg di episode 4 ya.... Kalau sampai macet nih, cerbung satu ini, aku bisa di demo Pandawa Fans Club (^o^)v



Selasa, 08 Januari 2013

Pernikahan Barokah

Dia teman ku. Mengaku lahir prematur ^^.
Aku tahu betul bagaimana dia dulu jatuh cinta saat SMA.
Aku tahu siapa cowok- cowok yang dekat dengannya.
Aku tahu dia berharap betul bertemu kekasih yang bisa menjadi tempat bersandarnya.
Aku juga tahu betul bahwa dia wanita yang taat beribadah.
Dia orang yang gigih mewujudkan impiannya masuk Fakultas Kedokteran.Dia menjalani belasan tes masuk. Dia ikut tes masuk di hampir semua universitas. Dia berjuang terus hingga akhirnya dia lolos sebagai calon mahasiswa kedokteran.

Dia juga punya mimpi, ingin memiliki kekasih hati. Dia gigih kok, sering cerita kalau bertemu laki-laki yang ganteng, ikhwan yang baik, namun dia tidak pernah melanggar aturan agamanya.

Aku tahu betul bagaimana dia merindukan kekasihnya yang tak kunjung tiba.
Aku tahu betul bagaimana dia kadang kecewa karena yang diharapkannya tak juga menyadari perasaannya.
Hingga akhirnya, ada yang datang ke rumahnya, bicara baik-baik pada orangtuanya bahwa tamu ini ingin menjodohkan dia dengan anak laki-laki mereka.
Maka,jadilah perjodohan itu. Dia dikenalkan pada calon suaminya. Mereka ta'aruf. Berkomunikasi lewat sms.
Hingga pada pertemuan keempatnya dengan calon suaminya terjadi, adalah ketika mereka diresmikan sebagai suami istri.
Pernikahan yang sederhana, namun sangat terlihat betapa temanku itu bahagia.
Bagi ku, pernikahannya adalah pernikahan yang membuat ku orang iri.
Pernikahannya seakan dipenuhi rahmat dan berkah dari Allah SWT. Pernikahan yang sangat sederhana namun sarat kebahagiaan.
Aku sempat berdoa, semoga kelak, aku mendapatkan pernikahan yang membahagiakan seperti itu.

Yeah, aku memang pernah menghadiri pernikahan yang lebih mewah dan megah, namun belum ku temukan pernikahan yang terasa membahagiakan dari awal hingga akhir pelaksanaannya.

Ah, teman ku yang beruntung. Dia tak menyerah untuk taat dan menunggu kekasih hatinya. Dia menerima perjodohan dari orangtuanya dengan bahagia.
Bukankah restu orangtua adalah restu Allah??? Jadi, beginikah pernikahan yang melengkapkan separuh ibadah manusia??

Tentu, tak banyak yang berani sepertinya, yang ikhlas sepertinya, olehkarenanya, pernikahan yang barokah seperti pernikahannya menjadi hal yang jarang ditemui.
Darilubuk hati yang terdalam, aku bersyukur, sahabat ku adalah satu dari sedikit orang yang mendapatkan pernikahan yang barokah.
Semoga pernikahan kalian menjadi ibadah bagi kalian. Semoga kalian menjadi keluarga sakinah, mawadah, wa rahmah.

Selamat ulang tahun sahabat ku. Semoga Allah SWT segera mempercayakan seorang anak yang soleh/solehah pada mu. Amin.


Cerita Populer