Nah, kadang kita akan memuji, "Wah, tulisan ini lucu.", "Wow, ceritanya seru beud.", "Wah, bikin penasaran nih cerbung."
Tahu ga darimana datangnya bacaan kalian itu?
Sst...ini rahasia ya, cerita itu datangnya dari angkasa. Mereka melayang-layang tanpa arah. Begitu ada seorang penulis memutar otaknya, maka, cerita ini tersedot ke pikiran si penulis. BA! Muncullah cerita tersebut menjadi karya tulis.
He he he....itu visualisasi berlebihannya ya.
Kalo aku, cerita muncul dari kejadian sehari-hari. Semua itu disimpan, kemudian diolah. Ditambahi bumbu-bumbu konflik, dicampur dengan penokohan yang kuat, dan ditempatkan pada alur yang benar, jadilah cerita.
Cerita udah jadi pun belum cukup. Cerita harus dilahirkan melalui tulisan. Nah, jangan heran deh kalo penulis tu ujung-ujung jarinya kapalan, karena keseringan mencet keyboard :D
Penulis memerlukan tempat menulis yang menyenangkan. Nah, kalo aku paling seneng nulis fiksi di lingkungan kampus. Entah mengapa ya. di lingkungan yang harusnya akademis banget, pikiran malah memberontak peingin nulis yang lain. Hasilnya, cerita fiksi mengalir deras di pikiran ku. Pernah kejadian, aku duduk di samping ruang dekanat, dan dalam waktu satu jam, aku sudah berhasil menelurkan 30 judul tulisan baru.
Hari ini, aku ke perpustakaan. Aku duduk di koridor yang diapit jendela kaca super besar.
di sebelah kiri pemandangannya seperti ini...
Mirip di cafe terbuka kan....
Kalian ga balak nyangka itu halaman tengah perpustakaan.
di sebelah kanan, ada tempat duduk panjang berjejer.
Di belakangnya kaca semua. Dari sana terlihat siapa saja tuh yang mau masuk perpustakaan.
Peralatan pokok yang membantu melahirkan cerita adalah.....sahabat ku saat ini...LEPITO......Bisa baca ga tuh yang tertulis di sana apaan?
Hahahaha....itu adalah lanjutan cerita Pandawa vs Kalina. So, jangan khawatir ceritanya mandeg di episode 4 ya.... Kalau sampai macet nih, cerbung satu ini, aku bisa di demo Pandawa Fans Club (^o^)v
Tidak ada komentar:
Posting Komentar