Apa- apaan ini?
Aku terjebak lagi dalam labirin pikiran ku
sendiri.
Ah...entah apa yang harusnya ku kerjakan namun ku tinggalkan.
Aku berharap hidupku berbelok, menuju arah yang tidak bisa ku tebak.
Ah...entah apa yang harusnya ku kerjakan namun ku tinggalkan.
Aku berharap hidupku berbelok, menuju arah yang tidak bisa ku tebak.
Dia mengunjungi ku lagi.
Menyapa ku melalui malam- malam yang kabur dan dingin.
Dia datang tanpa ku undang.
Begitu saja muncul lantas pergi menghilang.
Seperti kabut.
Namun menyisakan rasa sesak.
Menyapa ku melalui malam- malam yang kabur dan dingin.
Dia datang tanpa ku undang.
Begitu saja muncul lantas pergi menghilang.
Seperti kabut.
Namun menyisakan rasa sesak.
Kawan ku membujuk, agar aku berperan sebagai penunjuk jalan
pulangnya.
Menuntun dia untuk pulang.
Seperti penjaga kunci yang menanti pemilik rumahnya datang.
Membuka pintu masa depan untuk kebahagiaan orang yang dinantinya.
Well.....itu artinya semua harus dibunuh benar- benar....
Karena sebagai penunjuk jalan, aku harus benar- benar objektif.
Menuntun dia untuk pulang.
Seperti penjaga kunci yang menanti pemilik rumahnya datang.
Membuka pintu masa depan untuk kebahagiaan orang yang dinantinya.
Well.....itu artinya semua harus dibunuh benar- benar....
Karena sebagai penunjuk jalan, aku harus benar- benar objektif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar